Minggu, 04 April 2010

Gayus Tambunan: Makelar Kasus atau Mafia Pajak

Menurut pendapatku tentang Gayus Tambunan: makelar kasus atau mafia pajak

Ketika mendengar tentang banyaknya pemberitaan tentang Gayus Tambunan, yang aku pikirkan adalah kok ya gak ada habis-habisnya masalah dan kesemwrawutan yang ada di negeri ini. Mulai dari kasus cicak vs buaya yang memakan korban Susno Duadji seorang jenderal bintang tiga yang harus menjadi korban karena kesalahan penanganan kasus tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan kasus bank century yang merampok uang negara Rp 6,7 triliun dan dana APBN yang tak kurang Rp 15 Milyar untuk Komisi III dengan Pansusnya. Dua kasus yang sampai aku menuliskan artikel ini belum juga ada jalan keluarnya, muncul lagi kasus Gayus. He. he., saya gak tahu apakah di Facebook sudah ada blok yang saling dukung/tolak terkait kasus ini.

karikatur kesaksian Komjen Susno Duadji di depan Komisi III DPR RIMenurut apa yang aku ketahui, kasus ini muncul ke permukaan karena adanya "nyanyian" Komjen Pol Susno Duadji tentang keterlibatan beberapa petinggi polisi yang katanya bagi-bagi duit hasil pencairan dana rekening Gayus Tambunan, seorang pegawai pajak. Pada saat itu susno masih menjabat sebagai Kabareskrim, dan mendapat laporan dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) tentang transaksi mencurigakan yang terdapat dalam rekening Gayus Tambunan. Setelah tidak menjabat sebagai Kabareskrim, Susno akhirnya "bernyayi", lebih lanjut ia menduga ada beberapa mantan anak buahnyayang membuka blokir rekening tersebut kemudian membagi-bagi uang tersebut dengan beberapa oknum pegawai kejaksaan yang menangani kasus tersebut. Kemudian gegerlah negeri ini, apalagi dugaan menyangkut beberapa nama pejabat petinggi polisi.

Gayus Tambunan ketika tiba dari pelariannya di SingapuraTidak begitu lama setelah pengakuan Susno, para petinggi Polri yang disangka-pun unjuk gigi, bahkan mereka mengancam akan mempidanakan Susno. Tak jauh beda dengan itu, Polri yang merasa namanya dicemarkan oleh anggotanya sendiri-pun kalang kabut - bahkan menuding Susno yang pada saat kasus itu muncul berposisi sebagai Kabareskrim harus juga bertanggung jawab. Tak ayal makin rumitlah kasus ini, apalagi setelah tertangkap si Gayus kabur juga ke Singapura - negara yang tidak mempunyai perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Walaupun akhirnya kembali lagi ke Indonesia, tentu kita bertanya-tanya kok bisa ya, seorang pegawai pajak golongan 3A seperti Gayus bisa punya duit sampai 28,5 M?

Kalau menurut pendapatku hal seperti itu bukanlah hal baru, sudah biasa di Indonesia ini. Kenapa demikian?, coba saja jika di Indonesia semua pejabatnya diperiksa kekayaannya dan diberlakukan asas pembuktian terbalik apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan, tentu banyak sekali ditemukan Gayus-Gayus yang lain. Tapi bagaimanapun juga itulah Indonesia, kata-nya sih Right or Wrong is My Country. Huuh, tetapi jika kita mau berpikir sedikit lebih bijak, pendapat itu tidaklah tepat. Karena menurut pendapatku untuk terciptanya tatanan masyarakat berbangsa dan bernegara yang baik; segala yang tidak baik harus diperbaiki supaya menjadi lebih baik. Katakan salah jika itu salah, dan junjung tinggilah kebenaran dan kejujuran supaya tercipta keadilan di dalam tatanan hidup kemasyarakatan. Karena jika saja keadilan bisa ditegakkan dengan benar di negara ini saya percaya Indonesia akan menjadi negara yang besar dan terhormat di mata negara-negara lain.

Inilah artikel yang aku tulis menurut pendapatku tentang Gayus Tambunan : Makelar Kasus Atau Mafia Pajak, terima kasih anda telah menyempatkan waktu untuk membacanya.

Tidak ada komentar:

Cowboy Ngungsi Said....

Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya Halaman Utama